Nasi sudah menjadi bubur, entah mengapa hewan yang satu ini identik
dengan sebuah kedunguan. Orang sering menyebut namanya, sekedar untuk
mengatakan sebuah kebodohan. Orang sering memakai namanya untuk
melampiaskan ketololan. Banyak kesalahan dan kejelekan yang tidak ia
perbuat, tetapi dialamatkan kepadanya. Dasar keledai! Begitulah yang
sering telinga kita dengar selama ini, walau banyak juga di antara kita
yang belum melihat seperti apa hewan ini.
Mungkin dari rupanya yang imut, tubuhnya yang tidak gede-gede
amat, tinggi semampai – semeter tak sampai, dan polahnya yang lamban –
gemulai, itulah yang mendorong menjadikannya sasaran tembak. Orang
seenaknya berprasangka, padahal dia punya peran besar dalam perjalanan
sejarah umat manusia, sebagaimana tersebut di dalam Kitab Allah, “Dan ia
memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai
kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri.
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan
(Dia telah menciptakan) kuda, bighal dan keledai, agar kamu
menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa
yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS An-Nahl: 7 – 8).
Read More