Site Meter A r t Of S i r a h: renungan

Do not stop learning as long as you still life, because no one is born smart, and not the same someone who had knowledge and the ignorant

“Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan ni’mat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR Muslim & Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda, “Demi Alloh, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ” (HR Muslim)

Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Tangisan Rosululloh Menggoncangkan Arasy

Posted by Unknown | Monday, May 27, 2013 | , | 0 comments »


Dikisahkan, bahwa di waktu Rosululloh s.a.w. sedang bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rosululloh s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rosululloh s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:
 
“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rosululloh.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rosululloh s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.

Rosululloh s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rosululloh s.a.w. Melihat hal itu, Rosululloh s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:


“Wahal orang Arab! Janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.


Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda:


“Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. 

Maka orang Arab itu pula berkata:
 
“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rosululloh bertanya kepadanya.

‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu.

‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya.

'Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya’.



Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rosululloh s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:


“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda:
Berhentilah engkau dari menangis!
Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya.
Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!”

Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut.
la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Subhanallah wabihamdih.



hosting dan domain 

. 

Read More

Kisah Gadis Kecil Yang Shalihah

Posted by Unknown | Sunday, May 05, 2013 | , | 0 comments »

Oleh: Ummu Mariah Iman Zuhair

Aku akan meriwayatkan kepada anda kisah yang sangat berkesan ini, seakan-akan anda mendengarnya langsung dari lisan ibunya.

Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:

Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.



Read More

Kisah Pendayung Sampan

Posted by Unknown | Saturday, April 20, 2013 | | 0 comments »

Suatu hari, seorang Profesor yang sedang membuat kajian tentang lautan menumpang sebuah sampan. Pendayung sampan itu seorang tua yang begitu pendiam. Profesor memang mencari pendayung sampan yang pendiam agar tidak banyak bertanya ketika dia sedang membuat kajian. 

Dengan begitu tekun Profesor itu membuat kajian. Diambilnya sedikit air laut dengan tabung uji kemudian digoyang-goyang; setelah itu dia menulis sesuatu di dalam buku. Berjam-jam lamanya Profesor itu membuat kajian dengan tekun sekali. 

Pendayung sampan itu mendongak ke langit. Berdasarkan pengalamannya dia berkata di dalam hati, “Hmm. Sepertinya akan hujan.” “OK, semua sudah siap, mari kita kembali ke darat” kata Profesor itu. Pendayung sampan itu setuju dan mulai memutar sampannya ke arah pantai. 


Ketika dalam perjalanan pulang itu barulah Profesor itu menegur pendayung sampan. “Kamu sudah lama kerja mendayung sampan?” Tanya Profesor itu. 

 “Hampir semur hidup saya.” Jawab pendayung sampan itu dengan ringkas. 

“Seumur hidup kamu?” Tanya Profesor itu lagi. 

“Ya”. 

“Jadi kamu tidak tahu perkara-perkara lain selain dari mendayung sampan?” Tanya Professor itu. 

Pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepalanya. 

Masih tidak berpuas hati, Profesor itu bertanya lagi, “Kamu tahu geografi?” 

Pendayung sampan itu menggelengkan kepala. 

“Kalau macam ni, kamu dah kehilangan 25% dari usia kamu.” Kata Profesor itu lagi, 
“Kamu tahu biologi?” 

Pendayung sampan itu menggelengkan kepala. 

“Kasihan. Kamu sudah kehilangan 50% usia kamu. 
Kamu tahu fisika?” Profesor itu masih lagi bertanya. 

Seperti tadi, pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepala. 

“Kalau begini, kasihan, kamu sudah kehilangan 75% dari usia kamu. Malang sungguh nasib kamu, semuanya tak tahu.Seluruh usia kamu dihabiskan sebagai pendayung sampan.” Kata Profesor itu dengan nada mengejek dan angkuh. 

Pendayung sampan itu hanya berdiam diri. Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba hujan turun. Tiba-tiba saja datang ombak besar. Sampan itu dilambung ombak besar dan terbalik. Profesor dan pendayung sampan terpelanting. 

Sempat pula pendayung sampan itu bertanya, “Kamu tahu berenang?” 

Profesor itu menggelengkan kepala. 

 “Kalau macam ini, kamu dah kehilangan 100% nyawa kamu.” Kata pendayung sampan itu sambil berenang menuju ke pantai.


pesan moral dalam cerita ini : 

Dalam hidup ini IQ yang tinggi belum tentu bisa menjamin kehidupan. Tak ada gunanya kita pandai dan mengetahui banyak perkara jika tak tahu perkara-perkara penting dalam hidup. 

Adakalanya orang yang kita sangka bodoh itu rupanya lebih sukses dari kita. Dia mungkin bodoh dalam bidang yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya, tetapi “MASTER” dalam bidang yang tekuninyai. 

Hidup ini singkat. Jadi, tanyalah pada diri sendiri,untuk apakah ilmu yg dipelajari jika bukan untuk digunakan dan bisa bermanfaat ? 




 


hosting dan domain
art.sirah.org 

Read More

Profil Muslimah Teladan

Posted by Unknown | Sunday, March 24, 2013 | , | 0 comments »

1. Hawa, istri Nabi Adam, merupakan ibu dari seluruh manusia.

2. Saroh, istri Nabi Ibrohim, adalah wanita yang mengimani kenabian Ibrohim dan hidup menderita bersama Nabi Ibrohim dalam dakwah. Saroh terkenal dengan kesholihannya dan kesetiaannya terhadap sang suami. Mereka dikaruniai anak setelah usia lanjut. Nama anaknya Ishaq.

3. Hajar, istri Nabi Ibrohim, adalah profil seorang ibu yang tabah dalam mendidik anak bernama Ismail di tengah padang tandus. Ia menta’ati suami yang mengikuti perintah Alloh dalam berdakwah dan ‘udhiyah (pengorbanan). Ia rela puteranya dikorbankan untuk mengikuti perintah Alloh, meskipun pada akhirnya diganti dengan seekor domba. Ia mantan seorang budak.

Read More

Awas, Mirip Keledai!!

Posted by Unknown | Wednesday, March 13, 2013 | , , | 0 comments »

Nasi sudah menjadi bubur, entah mengapa hewan yang satu ini identik dengan sebuah kedunguan. Orang sering menyebut namanya, sekedar untuk mengatakan sebuah kebodohan. Orang sering memakai namanya untuk melampiaskan ketololan. Banyak kesalahan dan kejelekan yang tidak ia perbuat, tetapi dialamatkan kepadanya. Dasar keledai! Begitulah yang sering telinga kita dengar selama ini, walau banyak juga di antara kita yang belum melihat seperti apa hewan ini.


Mungkin dari rupanya yang imut, tubuhnya yang tidak gede-gede amat, tinggi semampai – semeter tak sampai, dan polahnya yang lamban – gemulai, itulah yang mendorong menjadikannya sasaran tembak. Orang seenaknya berprasangka, padahal dia punya peran besar dalam perjalanan sejarah umat manusia, sebagaimana tersebut di dalam Kitab Allah, “Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan (Dia telah menciptakan) kuda, bighal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS An-Nahl: 7 – 8).

Read More

Paku Mengajari Cara Mengendalikan Emosi

Posted by Unknown | Wednesday, June 22, 2011 | | 0 comments »


Ada seorang anak kecil yang nakal dan tidak bisa dinasehati. Orang tuanya sendiri sulit sekali mengatasi kelakuan anak ini.

Pada suatu hari ayahnya memberi sekantong plastik paku. Coba kamu paku pagar halaman rumah, dan lampiaskan kemarahanmu terhadap orang yang tidak kamu suka pada tiap paku ini!” kata ayahnya.

Di hari pertama, anak ini berhasil memaku pagar dengan pake yang berjumlah 37 buah. Pada minggu berikutnya, dia sudah mengerti dan tahu bagaimana cara mengendalikan diri.

Sejak hari itu dia menjadi lebih bijak. Setiap hari paku yang dia ketuk di pagar itu semakin berkurang.


Hari demi hari dia semakin mudah untuk mengontrol diri, lebih mudah daripada memaku pagar rumahnya. Akhirnya, dia berkata kepada ayahnya, “Saya tidak perlu lagi disuruh memaku pagar rumah ini, karena saya sudah bisa mengendalikan emosi dan mengontrol diri emosi!”

Sebelum dia menyampaikan niatnya itu, ayahnya langsung mengatakan, “Sekarang, coba kamu cabut paku-paku itu.

Karena pada setiap satu paku yang kamu cabut, kamu belajar meminta maaf kepada orang lain, meminta maaf karena perbuatan jahat dan tingkah lakumu selama ini.” Anak itu langsung melaksanakan apa yang diperintahkan ayahnya.


Setelah semua paku-paku tercabut, dia memberitahukan ayahnya. Lalu ayahnya mengajaknya ke pagar itu dan mengatakan, “Kerja kamu bagus, nak!

Tetapi coba kamu perhatikan dan cermati dengan baik, pagar ini tidak seperti sebelumnya, sekarang pagar-pagar ini cacat penuh dengan lubang karena paku-paku itu!”



APA HIKMAH YANG ANDA DAPATKAN DARI KISAH INI?
 

Ketika terjadi pertengkaran antara Anda dengan orang lain, mulut Anda akan melontarkan kata-kata dan perkataan tajam, dan menusuk lawan Anda. 

Saat itu Anda telah membuat lubang dalam pagar di hati orang tersebut. Persis seperti pagar yang diceriterakan pada kisah di atas. Mungkin setelah menusuk atau melukai tubuh seseorang, dan takut membahayakannya, Anda menarik kembali alat yang ada di tangan Anda. Tetapi perbuatan Anda itu sudah melukai tubuhnya dan meninggalkan bekas. Seperti apapun Anda melukai orang lain, tetap saja ada bekasnya.

Anda juga harus ingat, bahwa menusuk, menikam, atau melukai orang lain tanpa menggunakan senjata tajam, melainkan hanya dengan ucapan, namun bekasnya lebih berbahaya daripada melukai tubuhnya.

Ingatlah, sahabat, teman sejawat Anda adalah orang-orang yang Anda sayangi, dan mereka kagum kepada Anda. Mereka selalu mendukung dan memberi Anda motivasi. Mereka tempat Anda curhat, senantiasa mendengar keluh-kesah, tempat berbagi suka dan duka dengan Anda kapan pun Anda suka. Jadi, tunjukkan kepada teman dan sabahat Anda, bahwa Anda mencintai mereka.


(Dikutip dari buku "Belajar Dari Ayat-Ayat Allah Yang Tersirat, hal. 29)






hosting dan domain 


. 

Read More

Pengemis Yahudi dan Rosululloh SAW

Posted by Unknown | Thursday, June 09, 2011 | , | 0 comments »

Pengemis Yahudi dan Rosululloh SAW

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rosululloh SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rosululloh SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rosululloh SAW. Rosululloh SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rosululloh SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rosululloh SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rosululloh SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.

Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. 

Setiap pagi Rosululloh SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?

Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).

Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, .....Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rosululloh SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,....Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rosululloh SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

dan menangislah agar anda memahami Islam rahmatan lil alamin in..agama yg penuh kasih sayang dan merahmati semua umat....





red : re post - LQWD - 

hosting dan domain 



 

Read More

Kedurhakaan Qorun

Posted by Unknown | Thursday, May 26, 2011 | , , | 0 comments »

Negri mesir yang terkenal subur dan makmur dengan tingkat peradaban yang tinggi itu ternyata telah dikotori oleh perilaku dan keyakinan penduduknya yang menyimpang dari ajaran tauhid, tuhan yang semestinya mereka sembah adalah Alloh, tetapi ternyata mereka menjadikan Fir'un sang raja Mesir sebagai sesembahan mereka.

Alloh telah mengutus nabi Musa untuk memerangi dan memberantas kemusyrikan di muka bumi ini. Perjuangan nabi Musa menegakkan panji-panji tauhid di tengah-tengah masyarakat Bani Israil yang terkenal rewel dan suka beralasan memang cukup berat.

Namun nabi Musa tidak putus asa. Satu demi satu pengikut nabi musa bertambah, sampai suatu ketika seorang kaya raya terpandang di kalangan Bani Israil juga menjadi pengikut nabi Musa. Dengan insafnya Qorun diharapkan dapat memperkuat dan mendukung perjuangannya nabi Musa bersama para pengikutnya.

Namun yang diharapkan hanya Impian belaka. Kekayaan Qorun luar biasa, hingga kunci-kunci gedung tempat penyimpanan harta kekayaannya tidak akan kuat dipikul oleh beberapa laki-laki yang kuat sekalipun. Ironisnya kekayaan itu telah membuat Qorun bersikap angkuh, sehingga sulit baginya untuk menerima nasehat. Dalam dirinya terjadi perubahan yang mengarah ke penurunan keimanan, hilang sifat-sifat iman dalam dirinya, hilang kekhusyu' annya yang ada di dalm hati. Ia mulai malas beribadah, sehari-hari yang difikirkan hanyalah menimbun keduniaan.

Jika Qorun keluar selalu dihiasi dengan pesona dunia yang gemerlapan. Dengan menunggang seekor kuda yang pelananya yang terbuat dari kulit yang bertahtakan emas dan perak. Baju yang ia kenakan emas berlian, sungguh ia sangat gagah. Pemandangan seperti ini sangat memukau bagi orang yang mencintai dunia, tetapi bagi orang-orang yang lebih mencintai akhirat akan memandang bahwa kekayaan Qorun tidak berarti sedikitpun di sisi Alloh.

Hingga suatu ketika Alloh menurunkan ayat tentang Zakat kepada nabu Musa. Saat itu Qorun berniat menemui nabi Musa untuk meminta penjelasan tentang ayat tersebut.Akhirnya nabi Musa menjelaskan perincian tentang ayat zakat dihadapan Qorun.

"Setiap 1000 dinar zakatnya 1 dinar,setiap 1000 dirham zakatnya adalah 1 dirham, setiap 1000 kambing zakatnya 1 kambing, begitulah seharusnya terhadap harta yang kamu miliki"

"Baiklah Musa, sekarang aku sudah mengerti masalah zakat, tapi aku akan mencoba menghitung dulu hartaku, terima kasih, aku pamit dulu"

Qorun mulai menghitung hartanya, setelah di hitung-hitung ternyata jumlah zakat yang mau dikeluarkan banyak sekali sehingga berat sekali untuk menyerahkannya kepada nabi Musa.

"Wah ternyata aku harus mengeluarkan ribuan dinar dan dirham, kalo begini caranya aku bisa bangkrut! Musa harus memberi penjelasan, ini tidak bias dibiarkan."

Qorun berfikir keras untuk menjatuhkan wibawa nabi Musa di depan pengikutnya. Secara diam-diam Qorun mengundang pembesar-pembesar Bani Israil ke rumahnya. Mereka dihasut untuk diajak bersama-sama menjatuhkan nabi Musa.

"Wahai orang Bani Israil,sesungguhnya Musa telah memerintahkan pada kalian berbagai macam peraturan agama diantaranya adalah kalian di perintahkan membayar zakat kepadanya. Tahukah kalian bahwa ini taktik Musa untuk merampas harta kalian semuanya. Kemudian harta itu akan digunakan untuk kebutuhannya sehari-hari, berfoya-foya,cari hiburan dan lain-lain. Ini adalah pemerasan secara halus dan terang-terangan,apa kalian tidak sadar kalau kalian di jadikan perahan Musa? Bagaimana menurut kalian?"

"Hai Qorun, engkau adalah pembesar kami, rasanya benar omonganmu itu, sekarang perintahkan sesuatu kepada kami, kami pasti akan melaksanakan."

"Kalau begitu carilah seorang pelacur,nanti kita beri upah asalkan dia mau mengaku di depan umum bahwa dia telah berzina dengan Musa."

Maka berangkatlah utusannya Qorun untuk mencari wanita pelacur dan di bawa kehadapan Qorun.

"Wahai wanita pelacur,maukah kamu ku beri uang 1000 dinar dan 1000 dirham?  , kemudian aku akan memberimu kedudukan dan aku akan mengumpulkan kamu dengan istri-istriku?"

Dengan senang hati si pelacur menjawab,"Tentu ! aku sangat senang menerimanya."

"Tetapi tidak begitu saja kau mendapatkannya,ada syarat yang harus kau lakukan. Besok,kamu harus mengaku di depan umum bahwa kamu telah berbuat zina dengan Musa. Sanggup?"

"Pasti sanggup, kenapa tidak" jawab sang pelacur dengan bangga.

Keesokan harinya Qorun mengumpulkan orang-orang Bani Israil di lapangan yang luas,kemudian Qorun datang kepada nabi Musa dan berkata " Qahai Nabi Musa,saat ini orang-orang Bani Israil sedang menunggumu untuk meminta nasehat dan pengarahan tentang peraturan Alloh."

Nabi Musa pun bergegas menuju lapangan dan berseru,"Wahai Bani Israil !! Barang siapa yang mencuri,maka ia akan dipotong tangannya, barang siapa yang menuduh zina tanpa mendatangkan saksi, hukumannya di cambuk 80 kali, bila ada bujangan atau gadis berzina masing-masing di cambuk 100 kali, bagi yang pernah menikah maka ia akan diranjam dengan batu sampai mati bila dia melakukan zina."

"HAi Musa ! Bagaimana jika yang berbuat zina itu engkau sendiri? apakah diranjam juga?" tanya Qorun.

"Walaupun aku sendiri yang berbuat zina tetap harus diranjam."

Hai Musa,ketahuilah ! Orang-orang Bani Israil telah mengetahui perbuatanmu ,ternyata engkau telah berbuat zina dengan seorang pelacur."

"Jangan menuduhku sembarangan! Panggil perempuan itu kemari." Tegas Musa

Qorun pun memanggil perempuan itu,"Hei kamu.majulah ke depan!" perempuan itu pun maju kedepan. "Musa,ini dia orangnya"

Musa menatap perempuan itu dengan tajam "Hai perempuan, demi Dzat yang telah menurunkan Taurot, aku bertanya kepadamu dan kamu harus menjawab dengan jujur. Apakah kamu telah berbuat zina denganku?"

Hati wanita pelacur itu pun bergetar mendengar pertanyaan Musa,ia tak kuasa berbohong. Alloh telah membuka hatinya sehingga ia kembali dapat berfikir dengan akal sehatnya, dalam hati ia berkata," Aku telah mempunyai niat buruk terhadap seorang utusan Alloh demi mendapatkan kesenangan dunia. Jika aku menyesali perbuatanku ini dan aku bertobat kepada Alloh, aku yakin Alloh akan mengampuniku"

"Demi Alloh,aku tidak berbuat zina dengan Nabi Musa,tetapi Qorun lah yang membayarku untuk berbuat seperti ini". Sontak Qorun dan pengikutnya terkejut.

Demi mendengar penuturan si pelacur Nabi Musa bersujud dan menangis kepada Alloh. Nabi Musa terharu dengan upadayannya Alloh terhadap orang-orang yang mau menjatuhkannya."Ya Alloh kalau aku memang benar-benar utusanmu maka murkalah engkau, karena diriku telah dipermalukan oleh Qorun. Qorun yang selama ini ku saksikan baik ternyata telah mengianatiku"

Kemudian Alloh menurunkan wahyu kepada nabi Musa yaitu Alloh memerintahkan bumi supaya taat kepada perintah nabi musa,dan Nabi Musa pun berkata "Wahai orang-orang Bani Israil!! sesungguhnya Alloh mengutusku terhadap Qorun seperti Alloh mengutusku terhadap fir'aun. Maka barang siapa yang ingin bersama Qorun tetaplah bersamanya, maka barang siapa yang ingin bersamaku jauhilah dia"

Akhirnya semua orang menjauhi Qorun kecuali dua orang, saat itulah Nabi Musa membuktikan bahwa bumi memang diperintahkan Alloh untuk taat pada perintahnya!"

Bumi pun langsung menelan mereka hingga sebatas kaki,Q orun pun berusaha lari namun bumi telah mencengkeram kakinya ,Qorun pun berteriak," Hai Musa ,maafkan aku! Selamatkan aku!"
Dengan tidak memperdulikan Qorun, Nabi Musa kembali memerintah bumi untuk menelan Qorun,"Wahai bumi, telanlah mereka!"

Lalu bumi menelan mereka sebatas pusar,begitu seterusnya sampai sebatas leher. Sambil merintih, Qorun terus memohon ampun diiringi sumpah agar Musa mau memaafkannya. Namun Nabi Musa tidak menoleh sedikitpun kepada Qorun, akhirnya bumi menelan sedikit demi sedikit hingga seluruh tubuh mereka.

Setelah kejadian itu,orang-orang Bani Israil ribut membicarakan harta kekayaan Qorun yang ditinggalkannya. " Aahh,ini semua kan kesengajaan Nabi Musa mendoakan Qorun agar di siksa oleh Alloh, karena Nabi Musa ingin mewarisi dan menguasai istana dan harta kekayaan Qorun."

Nabi Musa sangat marah mendengar perkataan mereka,lalu ia berdoa kepada Alloh, " Ya Alloh, benamkanlah semua harta kekayaan Qorun kedalam perut bumi agar tidak menjadikan fitnah kepadaku dan kepada orang-orang Bani Israil."

Sesaat kemudian terdengar suara keras bersamaan dengan hilangnya seluruh gedung istana dan harta kekayaan Qorun tanpa tersisa sedikitpun.
Ternyata sehebat apapun kelebihan yang dimiliki manusia bila ia kufur kepasa Alloh, tidak bisa melaksanakan perintahnya, dalam waktu singkat Alloh bisa membinasakan seluruh jiwa dan harta manusia tanpa ada seorangpun yang bisa mencegahnya.

Cerita ini begitu popular dikalangan masyarakat, bahkan bila ada yang menemukan harta benda dalam tanah,mereka menyebutnya dengan harta karun, tp sebenarnya itu cuman istilah saja, bukan betul-betul harta Qorun kaum Bani Israil zaman Nabi Musa.

Semoga cerita Islam ini bermafaat bagi kita :-)



reff : zahri




hosting dan domain 


 

Read More

KISAH AHLI IBADAH YANG KALAH OLEH SYAITHON

Posted by Unknown | Wednesday, May 25, 2011 | , , | 0 comments »

by أبو هريره on Wednesday, 18 May 2011 at 03:13

Dikalangan Bani Israil ada seorang ahli ibadah yang paling sholih di zamannya. Ia mempunyai tiga kawan bersaudara yang mempunyai adik perempuan. Wanita tersebut adalah seorang perawan.

Tiga orang bersaudara tersebut tidak mempunyai saudara wanita kecuali ia satu-satunya. Suatu saat ketiga orang itu bermaksud melakukan perjalanan jihad di jalan Alloh. Mereka sulit mencari orang yang dapat dititipi saudara wanitanya dan dapat dipercaya untuk menjaganya.

Mereka sepakat bahwa adiknya akan dititipkan pada ahli ibadah itu. Mereka percaya sepenuhnya kepada dia. Ketiganya mendatangi ahli ibadah itu dan meminta kepadanya agar berkenan untuk dititipi. Mereka mengharapkan agar saudara wanita mereka berada di dekatnya sampai mereka pulang dari perjalanan perang. Namun, si ahli ibadah menolaknya.

Tak henti-hentinya tiga bersaudara tersebut meminta kepada ahli ibadah ini untuk menerimanya. Akhirnya, ia pun mau menerima. Ia berkata kepada tiga orang tersebut, “Tempatkan saja ia dirumah yang berdampingan dengan tempat ibadahku ini!” Mereka menempatkan wanita itu di rumah tersebut sebagaimana saran dari si ahli ibadah. Jadilah mereka pergi untuk melakukan perang di jalan Alloh.

Wanita itu sudah cukup lama berada di kediaman dekat tempat ahli ibadah. Si ahli ibadah biasa menyimpan makanan di bawah tangga tempat dirinya beribadah supaya diambil oleh wanita itu. Ia tidak mau mengantar makanan ke rumah yang ditempati wanita itu. Ia meminta agar si wanitalah yang mengambilnya. Wanita tersebutlah yang keluar dari tempatnya untuk mengambil makanan setiap hari.

Setan terus berusaha membujuk si ahli ibadah. Ia tidak henti-hentinya melukiskan kebaikan. Setan mewanti-wanti kepada ahli ibadah bahwa kalau wanita itu terus-terusan keluar dari rumahnya di waktu siang untuk mengambil makanan, nanti ada orang yang melihat dan menyergapnya.

Setan berbisik kepadanya, “jika engkau yang pergi sendiri untuk mengantarkan makanan dan menyimpan di pintu rumahnya, itu akan lebih baik dan lebih besar pahalanya bagimu.” Setan tak henti-hentinya membisikkan suara tersebut sampai akhirnya sang ahli ibadah mau melakukan hal tersebut.

Ia sendiri yang menyimpan makanan di dekat pintu perempuan tadi. Namun, ketika meletakkan makanan di depan pintu, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia cukup lama melakukan kegiatan itu.

Setan datang lagi kepada sang ahli ibadah dan menganjurkan agar dirinya mau menambah kebaikan. Setan berbisik kepadanya, ‘jika engkau mengajak ngobrol kepadanya, ia akan merasa tentram dengan obrolanmu. Sebab ia sedang kesepian sekali.”

Setan tak henti-hentinya merayu sang ahli ibadah sehingga ia mau melakukan apa yang dibisikkan oleh setan itu. Ahli ibadah ini terkadang mengajak ngobrol kepada wanita tersebut dari atas tempat ibadahnya. Ia tidak mau turun ke bawah karena takut terkena dosa.

Selanjutnya setan datang lagi kepada ahli ibadah dan berkata, ‘jika engkau turun ke bawah dan duduk di atas pintu tempat ibadahmu untuk bercakap-cakap dengannya dan diapun tetap berada di atas pintu rumahnya, ini lebih baik dan menambah rasa tenang kepadanya.”

Setan tak henti-hentinya merayu sang ahli ibadah sehingga mau melakukannya. Ia duduk di atas pintu tempat ibadahnya begitu juga sang wanita pun di atas pintunya mau bercakap-cakap dengannya.

Cukup lama dua orang tersebut terus-terusan kebiasaan bercakap-cakap di atas pintu masing-masing. Seperti biasanya setan datang lagi untuk membujuk si ahli ibadah agar melakukan kebaikan yang lebih banyak.

Setan berbisik kepadanya, “Jika engkau keluar dari tempat ibadahmu lalu mendekati ke pintu rumahnya dan engkau berbicara dengannya, ia akan lebih tentram dan lebih merasa senang. Itu kan kebaikan besar. Ia tidak harus keluar rumahnya. Biarlah ia berada di dalam rumahnya dan engkau di luar.”

Setan tak henti-hentinya membisikkan hal tersebut sampai akhirnya sang ahli ibadah mau melakukan apa yang dibisikkannya itu.

Sang ahli ibadah biasa mendekati ke pintu rumah wanita tadi. Ia bercakap-cakap dengannya. Padahal, selama ini ia tak pernah beranjak dari tempat ibadahnya. Kalaupun untuk mengajak berbicara kepada si perempuan itu, ia melakukannya dari atas dan tidak mau turun ke bawah. Cukup lama kebiasaan yang dilakukan oleh sang ahli ibadah tersebut.

Selanjutnya setan datang kepada sang ahli ibadah dan berbisik, “jika engkau masuk ke dalam rumahnya, lalu engkau bercakap-cakap dengannya, itu lebih baik. Sebab, jika engkau ada di dalam, wanita itu tidak harus kelihatan oleh orang lain”.

Ahli ibadah ini mengikuti saran setan sehingga ia pun masuk ke dalam rumah perempuan itu. Hampir seharian penuh, setiap hari, si ahli ibadah bercakap-cakap dengan wanita. Ketika waktu telah menjelang sore, ia baru naik ke atas tempat ibadahnya untuk meneruskan ibadahnya.

Tiap saat iblis datang kepada ahli ibadah untuk merayunya. Akhirnya, si ahli ibadah sampai dapat memegang paha wanita tersebut dan menciumnya. Iblis tak henti-hentinya mengganggu ahli ibadah dan wanita tersebut sampai terjadilah perzinahan.

Selang beberapa lama wanita tersebut hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. Iblispun datang kembali kepada si ahli ibadah dan berkata kepadanya.” Bagaimana kalau nanti saudara-saudara wanita ini datang sementara ia melahirkan anak darimu? Apa yang engkau lakukan? Sudah barang tentu mereka akan mencela dan menghajarmu. Oleh sebab itu, bunuh saja anak itu lalu kubur olehmu. Wanita itu akan mau menutupinya. Sebab, ia juga takut kepada saudaranya kalau-kalau mereka mengetahuinya.” Maka si ahli ibadah melakukan apa yang disarankan oleh setan tersebut, yaitu membunuh anak itu.

Setelah dia membunuh anak laki-laki itu, setan berkata kepadanya, “Apakah engkau yakin wanita itu akan menyembunyikan apa yang dilakukan olehmu? Sudah, bunuh saja dia!” maka si ahli ibadah tersebut membunuh wanita tersebut dan dikubur bersama anaknya. Ia meletakkan batu besar di atas kuburan anak dan ibunya tersebut. Setelah melaksanakan tugasnya, ia naik ke atas tempat ibadahnya untuk meneruskan ibadah.

Selang beberapa waktu kemudian, saudara wanita yang dibunuh tadi datang dari tempat perang. Mereka langsung menuju ke tempat sang ahli ibadah. Mereka bertanya kepadanya tentang kabar adik mereka.

Mendengar pertanyaan tersebut, si ahli ibadah menangis dan menceritakan kejadian yang mengerikan. Ia menyebutkan bahwa saudara wanita mereka meninggal karena penyakit. “saya sangat tahu bahwa dia adalah perempuan baik-baik dan di daerah anu kuburannya, “ Kata si ahli ibadah sambil menunjukkan sebuah kuburan yang agak jauh dari tempat ibadahnya.

Sesampainya di sana mereka menangis. Beberapa hari mereka tak henti-hentinya menziarahi kuburan adiknya. Setelah itu mereka pulang ke tempat keluarganya

Ketika malam tiba dan mereka telah tertidur, setan datang dalam mimpi mereka. Dalam mimpi tersebut setan muncul dalam bentuk laki-laki yang sedang melakukan perjalanan.

Setan memulai dengan mendatangi orang yang paling tua di antara mereka dan bertanya mengenai saudara wanitanya. Sang kakak yang paling besar menyebutkan berita yang diterima dari ahli ibadah. Ia memberitahukan bahwa dirinya telah mengunjungi kuburannya.

Setan menyatakan bahwa kabar tersebut bohong. Ia berkata, “Apa yang dikabarkan oleh dia tentang saudara wanitamu hanya bualan. Justru ia telah menghamilinya dan adikmu melahirkan anak laki-laki. Karena takut terungkap oleh kalian, ia membunuhnya dan membunuh pula ibunya. Ia memasukkan keduanya ke dalam sebuah lubang yang telah di gali dibalik pintunya, yaitu sebelah kanan, silahkan engkau datangi tempat tersebut dan buktikan ke sana. Kalian akan menemukan keduanya sebagaimana saya beritahukan!”.

Selanjtunya setan pun datang juga kepada saudara yang lainnya dan menyampaikan kabar yang sama. Semuanya merasa kaget atas mimpi itu sebab mereka memimpikan hal yang sama. Saudara yang paling besar berkata, “Ah itu kan hanya mimpi. Tidak ada apa-apanya. Sudah jangan kalian hiraukan dan kita biarkan saja!”

Saudara yang paling kecil berkata, “Demi Tuhan, saya tidak akan tenang kecuali setelah membuktikan tempat yang ditunjukkan itu.” Maka ketiganya berangkat untuk mendatangi rumah bekas hunian adik wanita mereka. Mereka membuka pintu rumah tersebut dan mencari tempat yang disebutkan oleh setan kepada mereka di dalam mimpi.

Ternyata, mereka menemukan saudara wanita dan anaknya disembelih dan diletakkan di tempat itu. Selanjutnya mereka datang kepada sang ahli ibadah dan bertanya kepadanya tentang keadaan sebenarnya.

Maka ia membenarkan apa yang dikatakan oleh setan tadi, yaitu dirinyalah yang membunuhnya. Selanjutnya, tiga saudara wanita tersebut mengadukan masalahnya kepada raja mereka. Mereka membawa turun si ahli ibadah dari kediamannya. Sang ahli ibadah dintuntut untuk dibunuh dan disalib.

Ketika si ahli ibadah sudah diikat di atas kayu untuk dibunuh, datanglah setan kepadanya dan berkata, “Saya ini sahabatmu yang mengujimu dengan perempuan yang engkau hamili dan bunuh itu.

Jika engkau ikuti perintahku hari ini dan kafir kepada Alloh yang telah menciptakan dan membantumu, saya akan menyelamatkanmu dari bahaya yang sedang engkau hadapi ini.” Si Ahli ibadah itu mengiyakan anjuran setan, yaitu kufur kepada Alloh. Ketika ia telah kafir, setan meninggalkannya dan orang-orang membunuhnya.

Maka matilah si ahli ibadah sebagai orang KAFIR su'ul khotimah ahli neraka.

Sukseslah SYAITHON menyesatkannya sebagai tambahan pijakannya di neraka.



********Di ambil dari buku Kumpulan Kisah Imam Al –Ghozali*********


Membaca kisah ini mengingatkan kita pada sebuah firman Alloh:


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaiton. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaithon, maka sesungguhnya syaithon itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Alloh dan rohmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Alloh membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:21).

Alloh berfirman, janganlah engkau mengikuti langkah-langkah syaithon, dari kisah di atas, terlihat jelas sekali bagaimana langkah-langkah syaithon itu dan bagaimana licinnya langkah itu sehingga membuat kita tak sadar bahkan tergelincir ke lubang kemaksiatan.

Biarpun seorang ahli ibadah masih bisa tergelincir sebegitu rupa.

Bahkan sampai kafir... na'udzubillahi min dzalik.

Apalagi kita??? Waspadalah.... waspadalah.... jangan meremehkan....

Saudaraku... dalam hidup kita sudah diingatkan oleh Alloh, bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagi kita:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (secara) keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithon. Sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2:208).

Musuh yang nyata.. yang tak pernah membiarkan kita beriman kepada Alloh dan akan selalu mengajak kita bermaksiat bahkan mensekutukannya. Jangan sampai kita terpesona dengan kehidupan yang fana dan sementara ini.

Mari kita terus jaga hati dan berdo’a:

“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaithon. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku (Qs 23:97-98).

Pesan yang harus kita "camkan" "JANGAN MEREMEHKAN DOSA KECIL".

Ini request dari dulur kita, semoga bermanfaat.... semangka....




hosting dan domain

Read More

Dari Al-Fudhail bin 'Iyadh ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku:

"Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya.

Ia lalu bertanya, 'Ada apa?' Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka dengan hati ikhlas karna Alloh, ia berikan uang satu dirham kepada kedua-nya, dan ia pun tak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi.

Sang isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga.


Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku.

Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk.

Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa.

Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?'

Ia pun mengiakan.

Ikan itu pun dibawanya pulang.

Kepada isterinya ia berkata, 'Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar!'

Maka sang isteri segera mengurus ikan tersebut.

Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Wanita itu pun berkata gembira, 'Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara'.

Suaminya berkata, 'Perlihatkanlah kepadaku!'

Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya.

Pikirannya melayang, hatinya berdebar.

Ia lalu berkata kepada isterinya, 'Saya kira ini adalah mutiara!'

Sang isteri menyahut, 'Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?'

'Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini', jawab suaminya.

Ia lalu mengambil mutiara itu. Ia segera pergi ke tempat para penjual mutiara.

Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara.

`Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menja-wab salamnya.

Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara.

'Tahu-kah Anda, berapa nilai ini?', ia bertanya.

Kawannya mem-perhatikan barang itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, 'Aku menghargainya 40 ribu. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku'.

Maka ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan mengakui keelokannya. Ia kemudian berkata, 'Aku hargai barang itu 80 ribu. Jika Anda meng-inginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku'.

Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu ber-kata, 'Aku hargai barang itu 120 ribu. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikit pun dari harga itu!' 'Ya', ia pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.

Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, 'Saya punya kisah, karena itu masuklah!' Orang itu pun masuk. Ia berkata, 'Ambillah separuh dari hartaku ini.

Maka, orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi seraya berkata, 'Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi Allah Ta'ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath.

Dan ini yang diberikanNya kepadamu adalah baru satu qirath daripadanya, dan Dia menyimpan untuk-mu 19 qirath yang lain.

Subhanallohi wabihamdih....

Logika Matematika manusia. Semakin banyak pengeluaran, semakin tipis omet keuangan. Ketika jumlah angka 10 dikurangi angka 5 maka hasilnya akan menjadi angka 5.

Ada kebiasaan jelek di antara kita, kalau mau sodakoh pasti mengambil uang yang paling kecil nilainya. Ketika di dompet ada Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu, maka Rp 5 ribu itu lah yang dikeluarkan untuk bersodakoh. Memang tidak menjadi masalah, tapi yang balik kepada kita pun akan kecil pula nilainya.

Mengapa belum banyak orang yang berbisnis dengan Tuhannya?

Di sinilah sifat manusia yang masih menggunakan logika manusianya dan tidak beranjak untuk menoleh logika invisible hand yang hasilnya jauh lebih besar dari itung-itungan manusia.

Berbisnis dengan Alloh tidak pernah merugi, berbisnis dengan Alloh selalu diganti dengan nilai yang lebih besar. Mungkin nilainya berbentuk material, mungkin juga berbentuk imaterial. Apakah kebahagiaan, kedamaian, dll.

Alloh Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Alloh) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” Qs. Al Lail (92) : 5-8.

Alloh Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir eratus biji, Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Qs. Al Baqoroh (2) : 261.

Semoga menjadi inspirasi dan motivasi tuk saudara q semua aamiin.


reff :
أبو هريره


hosting dan domain

Read More

Perjuangan Ibumu Yang Tidak Kamu Sadari

Posted by Unknown | Thursday, January 27, 2011 | | 0 comments »

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu :
1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu Halaman Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000


Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.


1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS


Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar" .


"Begitu Besar Perjuangan Seorang Ibu"



Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ
مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ
ثُمَّ مَنْ قَالَ « ثُمَّ أَبُوكَ »

“Seorang pria pernah mendatangi Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallamlalu berkata, ‘Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliaushollallohu ‘alaihi wasallam mengatakan, ‘Ibumu.’ Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shollallohu ‘alaihi wasallam mengatakan, ‘Ayahmu’.” (HR. Bukhori dan Muslim)


reff : anonim




hosting dan domain


note : kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah 

Read More

LUCU JUGA YAA KITA INI...

Posted by Unknown | Sunday, October 24, 2010 | , | 0 comments »


* Mengapa waktu 2x45 menit terasa amat sangat terasa sebentar sekali jika di gunakan untuk menonton pertandingan sepak bola tim kesayangan yg sedang bertanding, tetapi akan amat sangat terasa lamaaaa sekali jika di gunakan untuk duduk diam bertafakur & berdzikir kpd NYA... hehe lucu kan?

* Mengapa kita rela menghabiskan uang bermilyar2 bahkan trilyun untuk membangun rumah yg sebenar nya adalah tempat tinggal sementara kita di dunia, tetapi hanya rela menghabiskan berjuta2 bahkan hanya beratus saja untuk membangun rumah nya ALLOH yg akan menjadi amal jariyah bagi kita di hadapan NYA nanti...hehe lucu juga kan...???

* Mengapa uang sebesar 50 ribu terasa amat sangat besar sekali jika kita keluarkan untuk beramal / infaq fii sabilillah, tetapi akan terasa amat sangat kecil sekali jika kita keluarkan untuk belanja di mall...hehe lucu kan..???


* Mengapa kita sanggup mengkhatamkan novel yg tebal nya gak ketulungan bahkan masih bersambung pula cerita nya hanya dalam waktu beberapa jam saja, tetapi sangat lama hingga memerlukan waktu berminggu2 untuk mengkhatamkan alqur'an...hehe lucu kan..??


Mengapa & mengapa masih ada begitu banyak " mengapa " dalam kehidupan dunia ini yg semua itu hanya bisa di tanyakan & di jawab oleh diri kita sendiri, SO coba tanyakan pada dirimu masing2 " mengapa & mengapa "



ref : ali nash

Read More

Mengenal dan Mengembangkan Etos Kerja

Posted by Unknown | Wednesday, February 10, 2010 | | 0 comments »

Meneladai Etos Kerja Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam dan Para Shohabat


Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketaqwaan. Rosul bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi. Beliau bekerja untuk meraih keridloan Alloh Subhanahu wata'ala.
Dalam suatu kisah disebutkan bahwa ada seseorang yang berjalan melalui tempat Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam. Orang tersebut sedang bekerja dengan sangat giat dan tangkas. Para shohabat Nabi kemudian bertanya, "Wahai Rosululloh, andaikata bekerja semacam orang itu dapat digolongkan jihad fi sabilillah, maka alangkah baiknya." Mendengar itu Rosul pun menjawab, "Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, itu juga fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk pamer dan sombong maka ia didalam jalan syetan". (HR Thabrani)
Bekerja adalah manifestasi amal sholih. Bila bekerja itu amal sholih, maka kerja adalah bagian dari ibadah. Dan bila kerja itu termasuk ibadah, maka kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kerja. Bukankah Alloh Subhanahu wata'ala menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya ?


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidak Aku jadikan fin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu”
(QS. Adz-Dzariyaat: 56)

Dalam sebuah ayat diungkapkan, bahwa seorng manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Firman Alloh :

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh sesuatu selain apa yang dia usahakan (QS. AN Najm : 39)
Kisah tersebut di atas menggambarkan bahwa bekerja adalah perbuatan mulia dan termasuk bagian dari jihad.
Bekerja bukan hanya untuk mencari makan, tetapi juga mencari makna termasuk aktualisasi diri. Rata-rata kita menghabiskan waktu 30 - 40 tahun untuk bekerja. Setelah itu pensiun, lalu manula, dan pulang ke haribaan Alloh. "Manusia itu makhluk pencari makna. Kita harus berpikir, untuk apa menghabiskan waktu 40 tahun bekerja. Itu kan waktu yang sangat lama.

Ada dua kondisi dasar atau generik yang perlu difahami terlebih dahulu, yang sifatnya bisa alternatif, bisa kumulatif, agar seseorang bisa antusias pada pekerjaan. Pertama, bahwa mencari pekerjaan tentu perlu sesuai dengan minat, bakat (kemampuan profesi) dan peluang. Seseorang harus selalu berkompromi dengan tiga keadaan tersebut. Misalnya, bisa saja ada peluang, tapi tidak sesuai minat, tetapi masih sesuai dengan bakat. Dengan kemungklnan-kernungklnan seperti itu, perlu ada kesiapan-kesiapan psikologis, bahwa seseorang harus siap dengan berbagai keadaan yang akan dialami dalam menerima sebuah "misi bekerja". Melalui sebuah kesiapan, dengan begitu, bekerja akan bisa terasa sebagai kegiatan yang menyenangkan yang pada gilirannya dapat menjadi sebuah praktek moralitas kesyukuran.

Jika kondisi dasar pertama tidak bisa dicapai, gunakan kondisi dasar berikut ini. Kedua, harus belajar mencintai pekerjaan. Seringkali seseorang belum bisa mencintai pekerjaan karena belum mendalaminya dengan benar. "Kita harus belajar mencintai yang kita punyai dengan segala kekurangannya

Dalam bekerja, hanya menyediakan dua pilihan: menyenangi/mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika tidak bisa mencintai pekerjaan, maka kita hanya akan memperoleh "5-ng": ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, dan ngeyel. Jansen Sinamo mengutip filsuf Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, "It's not doing the thing we like, but liking the thing we have to do, that makes life happy." (Jangan mengerjakan sesuatu yang hanya kita senangi, tetapi senangilah sesuatu yang harus kita kerjakan, itu akan membuat hidup bahagia.)

Pengertiannya, dalam hidup, kadang kita memang harus melakukan banyak hal yang tidak kita sukai. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak mungkin kita mau enaknya saja. Kalau suka makan ikan, kita harus mau ketemu duri," ujar pria yang kerap disebut sebagai Guru Etos ini.

Dalam dunia kerja, duri bisa tampil dalam berbagai macam bentuk. Gaji yang kecil, teman kerja yang tidak menyenangkan, atasan yang kurang empatik, dan masih banyak lagi. Namun, justru dari sini kita akan ditempa untuk menjadi lebih berdaya tahan.

Dalam urusan etos kerja, bangsa lndonesia sejak dulu dikenal memiliki etos kerja yang kurang baik. Di zaman kolonial, orang-orang Belanda sampai menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, inlander (cemoohan dengan konotasi pemalas). Ini berbeda dengan, misalnya, etos Samurai yang dimiliki bangsa Jepang. Mereka terkenal sebagai bangsa pekerja keras dan ulet.

Namun, Jansen menegaskan, pekerja keras sama sekali berbeda dengan workaholic (pecandu kerja). Pekerja keras bisa membatasi diri, dan tahu kapan saatnya menyediakan waktu untuk urusan di luar kerja. Sementara seorang workaholic tidak. Dalam pandangan .Jansen, kondisi kerja yang menyenangkan adalah kerja bareng semua pihak. Bukan hanya bawahan, tapi juga atasan.

Sering seorang atasan mengharapkan bawahannya bekerja keras, sementara ia sendiri secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang melunturkan semangat kerja bawahan. Jansen memberi contoh, atasan yang mengritik melulu jika bawahan berbuat keliru, tapi tak pernah memujinya jika ia menunjukkan prestasi.

Secara manusiawi hal itu akan menyebabkan bawahan kehilangan semangat bekerja. Buat apa bekerja keras, toh hasil kerjanya tak akan dihargai. Ingat, pada dasarnya manusia menyukai reward (penghargaan).

Konosuke Matsushita, pendiri perusahaan Matsushita Electric Industrial (MET) punya teladan yang bagus. Pada zaman resesi dunia tahun 1929-an, pertumbuhan ekonomi Jepang anfiok tajam. Banyak perusahaan mem-PHlk karyawan. MET pun terpaksa memangkas produksi hingga separuhnya. Namun, Matsushita menjamin tak ada satu karyawan pun yang bakal terkena PHK.

Sebagai gantinya, ia mengajak semua karyawan bekerja keras. karyawan-karyawan bagian produksi dilatih untuk menjual. Hasilnya benar-benar "ruarrr" biasa. Mereka bisa berubah menjadi tenaga marketing andal, yang membuat Matsushita menjadi salah satu perusahaan terkuat di Jepang.

Bagaimana denganAnda?
  1. Keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok orang atau sebuah institusi

  2. Etos merupakan perilaku khas suatu komunitas atau organisasi, mencakup motivasi yang menggerakkan, karakteristik utama, spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku,sikap-sikap, aspirasi-aspirasi, keyakinan-keyakinan, prinsip-prinsip, standar¬standar

  3. Sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah' keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehlmpunan paradigma kerja yang integral (terpadu)

RINCIAN ETOS KERJA


Roh keberhasilan dari kerja merupakan hasil akhir dari kombinasi yang saling menguatkan antara Kompetensi, Karakter dan Kinerja yang dilandasi oleh nilai-nilai Komitmen, Doktrin dan Keyakinan. Bila semua syrat tersebut dipenuhi akan memancarkan 8 etos kerja. Jansen Sinamo yang sering disebut sebagai Guru Etos mengatakan bahwa, kedelapan etos kerja yang digagas itu bersumber pada kecerdasan emosional-spiritual. Semua konsep etos itu bisa diterapkan di semua pekerjaan (asalkan pekerjaan tersebut halal). Umumnya, pendapat orang mengatakan bahwa bekerja itu "kan hanya untuk nyari gaji“ Pendapat itu ada benarnya tapi tidak sepenuhnya benar. Pekerjaan itu memiliki banyak sisi, mari kita simak dan kupas sekaligus memeriksa diri kita masing-masing :
  1. Etos pertama: Kerja adalah rahmat
    Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Alloh, karena tidak semua orang mendapat pekerjaan (masih jutaan orang yang tidak kerja). Bekerja merupakan sebuah, "lantaran" bagi seseorang untuk mempunyai saluran rezeki. Karena itu bekerja sebenarnya juga merupakan anugerah yang kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara sehat tanpa biaya sepeser pun. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita, bisa bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gafi atau untuk yang berniaga, menerima keuntungan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan, punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, .dan masih banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut dlsyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespons semua nikmat itu dengan bekerja ogah-ogahan.
    Perhatikan sabda Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam berikut ini:
    Orang iman yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Alloh daripada orang iman yang lemah, dan di dalarn sesuatu ada kebaikan, pilihlah atas apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah pada Alloh dan jangan malas.
  2. Etos kedua: Kerja adalah amanah
    Apa pun pekerjaan kita, pramuniaga, pegawai negeri, pengusaha atau anggota DPR, semuanya adalah amanah. Pramuniaga mendapatkan amanah dari pemilik toko. Pegawai negeri menerima amanah dari negara. Anggota DPR menerima amanah dari rakyat. . Pengusaha membawa amanah dari apa-apa yang diusahakan. Etos ini: membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya penipuan, pemalsuan timbangan, korupsi dalam berbagai bentuknya.

  3. Etos ketiga: Kerja adalah panggilan
    Apapun profesi kita, perawat, guru; penulis, pengusaha, petani, semuanya adalah dharma: (pengabdian). Seperti seorang perawat memanggul dharma untuk membantu orang sakit. Seorang guru memikul dharma untukmenyebarkan ilmu kepada para muridnya. Seorang penulis menyandang dharma untuk menyebarkan informasi tentang kebenaran. kepada masyarakat. Seorang petani memikul dharma untuk menyediakan pangan bagi manusia. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan hati, kita bisa berucap pada diri sendiri, "I'm doing my best!" (saya melakukan upaya terbaik). Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.

  4. Etos keempat: Kerja adalah aktualisasi
    Apa pun pekerjaan kita, baik dokter, akuntan, ahli hukum, karyawan pabrik maupun petani, semuanya merupakan peluang untuk wahana aktualisasi diri. Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa "ada" (exist). Bagaimanapun, sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa bekerja.
    Secara alami, aktualisasi diri itu bagian dari kebutuhan psikososial manusia, Dengan bekerja, misalnya, seseorang bisa berjabat tangan dengan rasa pede ketika berjumpa koleganya. "Perkenalkan, nama saya Miftah, dari perusahan Kemilau." Keren 'kan?

  5. Etos kelima: Kerja itu ibadah
    Semua pekerjaan yang halal merupakan bagian dari ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Jansen mengutip sebuah kisah zaman Yunani kuno seperti ini:
    Seorang pemahat tiang menghablskan waktu berbulan-bulan untuk mengukir sebuah puncak tiang yang tinggi. Saking tingginya, ukiran itu tak dapat dilihat langsung oleh orang yang berdiri di samping tiang. Orang-orang pun bertanya, buat apa bersusah payah membuat ukiran indah di tempat yang tak terlihat? la menjawab, "Manusia memang tak bisa menikmatmnya. Tapi Tuhan bisa melihatnya." Motivasi kerjanya telah meningkat menjadi motivasi transendental (motivasi ibadah kepada Alloh).

  6. Etos keenam: Kerja adalah seni
    Apa pun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, semua adalah bagian dari seni. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Jansen mencontohkan Edward V. Appleton, seorang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. "Antusiasme lah yang membuat saya mampu bekerja berbulan-bulan di laboratorium yang sepi," katanya. Jadi, sekali lagi semua kerja adalah seni. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus-rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifat beautiful.

  7. Etos ketujuh: Kerja adalah kehormatan
    Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu .adatah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita.
    Contoh etos kerja Ibnu Sina, ilmuwan lslam yang lahir Tahun 370 hijriyah. Ibnu Sina merupakan seorang ahli falsafah yang terkenal dan telah menulis banyak buku termasuk buku obat-obatan yang menjadi dasar dan acuan ilmu kedokteran zaman sekarang. Sekalipun sempat dipenjara, beliau terus menyusun ilmu falsafah dan sains dalam lslam dan telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam perkembangan lslam.
    Contoh etos kerja Galileo. Ilmuwan Itali ini memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan metode ilmiah. Galileo lahir di Pisa tahun 1564, selagi muda belajar di Universitas Pisa tetapi berhenti karena urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia akhirnya menjadi pengajar di universitas itu. Pada tahun 1616 dia diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa mengenai matahari centris. Galileo merasa tergencet dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun. Baru sesudah tahun 1623, walau samar¬-samar larangan buat Galileo tidak lagi dipaksakan. Dia tidak dijebloskan ke dalam bui tetapi sekedar kena tahanan rumah, dia tidak boleh terima tamu, dan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. ilrnuwan berumur 69 tahun ini melaksanakannya di depan pengadilan terbuka. Ada ceritera masyhur bahwa sehabis Galileo menarik lagi pendapatnya dia menunduk ke bumi dan berbisik pelan, "Tengok, dia masih terus bergerak!"

  8. Etos kedelapan: Kerja adalah pelayanan
    Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercu suar, pegawai negeri, polisi, tentara, semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian atau pelayanan kepada sesama.
    Pada pertengahan abad ke-20 di Prancis, hidup seorang lelaki tua sebatang kara karena ditinggal mati oleh istri dan anaknya. Bagi kebanyakan orang, kehidupan seperti yang ia alami mungkin hanya berarti menunggu kematian. Namun bagi dla., tidak. Ia pergi ke 'lembah Cavennen, sebuah daerah yang sepi. Sambil menggembalakan domba, ia memunguti biji oak, lalu menanamnya di sepanjang lembah itu. Tak ada yang membayarnya. Tak ada yang memufinya. Ketika meninggal dalam usia 89 tahun, ia telah meninggalkan sebuah warisan luar biasa, hutan sepanjang 11 kml Sungai-sungai mengalir lagi. Tanah yang semula tandus menjadi subur. Semua itu dinikmati oleh orang yang sama sekali tidak ia kenal.
Beberapa sifat-sifat yang mencerminkan etos kerja yang baik:
  • Aktif, ceria, dinamis, disiplin, energik, ikhlas, jeli, jujur, kreatif, lapang dada, rafin, ramah, sabar, semangat, tekun, teliti, total, ulet.

  • Efektif, efisien, fokus, gesit, interaktif, kerja keras, kerja tim, konsisten, membagi, menghargai, menghibur, optimis, peka, ta.nggung jawab, tepat waktu, teratur, terkendali, toleran
Sifat- sifat yang mencerminkan etos kerja yang rendah:
  • Suka mengeluh, banyak menuntut, egois, bekerja seenaknya, malas, disiplin buruk, kurang inisiatif, kurang kreatif, arogan, sok tahu

  • Kepedulian kurang, gemar mencari kambing hitam, kerja serba tanggung, suka menunda¬nunda, manipulatif, gairah kerja kurang, jiwa melayani rendah, merasa diri sudah hebat

  • Stamina kerja rendah, pengabdian minim, sense of belonging tipis, terjebak rutinitas, menolak perubahan, mutu pekerjaan rendah, bekerja asal-asalan, cepat merasa puas.
Di lndonesia semangat kerja serupa bisa kita jumpai pada Mak Eroh (peraih penghargaan Kalpataru Tahun 1988) yang memanfaatkan air dengan cara membelah bukit untuk mengalirkan air ke sawah-sawah di desanya di Tasikmalaya. "Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan dilengkapi keinginan untuk berbuat baik" atau disebut dengan istilah rohmatan lil alamin (rahmat bagi sesama).
Mari kita menjadi manusia unggul melalui praktek etos kerja, menjadi manusia yang memancarkan rohmatan lil alamin
Semoga manfaat dan barokah!


sumber : makalah CAI permata XXX 2009


hosting dan domain


Read More