Site Meter A r t Of S i r a h: Agama

Do not stop learning as long as you still life, because no one is born smart, and not the same someone who had knowledge and the ignorant

“Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan ni’mat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR Muslim & Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam bersabda, “Demi Alloh, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA ( akhirat = LAUT) ” (HR Muslim)

Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Awas, Mirip Keledai!!

Posted by Unknown | Wednesday, March 13, 2013 | , , | 0 comments »

Nasi sudah menjadi bubur, entah mengapa hewan yang satu ini identik dengan sebuah kedunguan. Orang sering menyebut namanya, sekedar untuk mengatakan sebuah kebodohan. Orang sering memakai namanya untuk melampiaskan ketololan. Banyak kesalahan dan kejelekan yang tidak ia perbuat, tetapi dialamatkan kepadanya. Dasar keledai! Begitulah yang sering telinga kita dengar selama ini, walau banyak juga di antara kita yang belum melihat seperti apa hewan ini.


Mungkin dari rupanya yang imut, tubuhnya yang tidak gede-gede amat, tinggi semampai – semeter tak sampai, dan polahnya yang lamban – gemulai, itulah yang mendorong menjadikannya sasaran tembak. Orang seenaknya berprasangka, padahal dia punya peran besar dalam perjalanan sejarah umat manusia, sebagaimana tersebut di dalam Kitab Allah, “Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan (Dia telah menciptakan) kuda, bighal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS An-Nahl: 7 – 8).

Read More

Kedurhakaan Qorun

Posted by Unknown | Thursday, May 26, 2011 | , , | 0 comments »

Negri mesir yang terkenal subur dan makmur dengan tingkat peradaban yang tinggi itu ternyata telah dikotori oleh perilaku dan keyakinan penduduknya yang menyimpang dari ajaran tauhid, tuhan yang semestinya mereka sembah adalah Alloh, tetapi ternyata mereka menjadikan Fir'un sang raja Mesir sebagai sesembahan mereka.

Alloh telah mengutus nabi Musa untuk memerangi dan memberantas kemusyrikan di muka bumi ini. Perjuangan nabi Musa menegakkan panji-panji tauhid di tengah-tengah masyarakat Bani Israil yang terkenal rewel dan suka beralasan memang cukup berat.

Namun nabi Musa tidak putus asa. Satu demi satu pengikut nabi musa bertambah, sampai suatu ketika seorang kaya raya terpandang di kalangan Bani Israil juga menjadi pengikut nabi Musa. Dengan insafnya Qorun diharapkan dapat memperkuat dan mendukung perjuangannya nabi Musa bersama para pengikutnya.

Namun yang diharapkan hanya Impian belaka. Kekayaan Qorun luar biasa, hingga kunci-kunci gedung tempat penyimpanan harta kekayaannya tidak akan kuat dipikul oleh beberapa laki-laki yang kuat sekalipun. Ironisnya kekayaan itu telah membuat Qorun bersikap angkuh, sehingga sulit baginya untuk menerima nasehat. Dalam dirinya terjadi perubahan yang mengarah ke penurunan keimanan, hilang sifat-sifat iman dalam dirinya, hilang kekhusyu' annya yang ada di dalm hati. Ia mulai malas beribadah, sehari-hari yang difikirkan hanyalah menimbun keduniaan.

Jika Qorun keluar selalu dihiasi dengan pesona dunia yang gemerlapan. Dengan menunggang seekor kuda yang pelananya yang terbuat dari kulit yang bertahtakan emas dan perak. Baju yang ia kenakan emas berlian, sungguh ia sangat gagah. Pemandangan seperti ini sangat memukau bagi orang yang mencintai dunia, tetapi bagi orang-orang yang lebih mencintai akhirat akan memandang bahwa kekayaan Qorun tidak berarti sedikitpun di sisi Alloh.

Hingga suatu ketika Alloh menurunkan ayat tentang Zakat kepada nabu Musa. Saat itu Qorun berniat menemui nabi Musa untuk meminta penjelasan tentang ayat tersebut.Akhirnya nabi Musa menjelaskan perincian tentang ayat zakat dihadapan Qorun.

"Setiap 1000 dinar zakatnya 1 dinar,setiap 1000 dirham zakatnya adalah 1 dirham, setiap 1000 kambing zakatnya 1 kambing, begitulah seharusnya terhadap harta yang kamu miliki"

"Baiklah Musa, sekarang aku sudah mengerti masalah zakat, tapi aku akan mencoba menghitung dulu hartaku, terima kasih, aku pamit dulu"

Qorun mulai menghitung hartanya, setelah di hitung-hitung ternyata jumlah zakat yang mau dikeluarkan banyak sekali sehingga berat sekali untuk menyerahkannya kepada nabi Musa.

"Wah ternyata aku harus mengeluarkan ribuan dinar dan dirham, kalo begini caranya aku bisa bangkrut! Musa harus memberi penjelasan, ini tidak bias dibiarkan."

Qorun berfikir keras untuk menjatuhkan wibawa nabi Musa di depan pengikutnya. Secara diam-diam Qorun mengundang pembesar-pembesar Bani Israil ke rumahnya. Mereka dihasut untuk diajak bersama-sama menjatuhkan nabi Musa.

"Wahai orang Bani Israil,sesungguhnya Musa telah memerintahkan pada kalian berbagai macam peraturan agama diantaranya adalah kalian di perintahkan membayar zakat kepadanya. Tahukah kalian bahwa ini taktik Musa untuk merampas harta kalian semuanya. Kemudian harta itu akan digunakan untuk kebutuhannya sehari-hari, berfoya-foya,cari hiburan dan lain-lain. Ini adalah pemerasan secara halus dan terang-terangan,apa kalian tidak sadar kalau kalian di jadikan perahan Musa? Bagaimana menurut kalian?"

"Hai Qorun, engkau adalah pembesar kami, rasanya benar omonganmu itu, sekarang perintahkan sesuatu kepada kami, kami pasti akan melaksanakan."

"Kalau begitu carilah seorang pelacur,nanti kita beri upah asalkan dia mau mengaku di depan umum bahwa dia telah berzina dengan Musa."

Maka berangkatlah utusannya Qorun untuk mencari wanita pelacur dan di bawa kehadapan Qorun.

"Wahai wanita pelacur,maukah kamu ku beri uang 1000 dinar dan 1000 dirham?  , kemudian aku akan memberimu kedudukan dan aku akan mengumpulkan kamu dengan istri-istriku?"

Dengan senang hati si pelacur menjawab,"Tentu ! aku sangat senang menerimanya."

"Tetapi tidak begitu saja kau mendapatkannya,ada syarat yang harus kau lakukan. Besok,kamu harus mengaku di depan umum bahwa kamu telah berbuat zina dengan Musa. Sanggup?"

"Pasti sanggup, kenapa tidak" jawab sang pelacur dengan bangga.

Keesokan harinya Qorun mengumpulkan orang-orang Bani Israil di lapangan yang luas,kemudian Qorun datang kepada nabi Musa dan berkata " Qahai Nabi Musa,saat ini orang-orang Bani Israil sedang menunggumu untuk meminta nasehat dan pengarahan tentang peraturan Alloh."

Nabi Musa pun bergegas menuju lapangan dan berseru,"Wahai Bani Israil !! Barang siapa yang mencuri,maka ia akan dipotong tangannya, barang siapa yang menuduh zina tanpa mendatangkan saksi, hukumannya di cambuk 80 kali, bila ada bujangan atau gadis berzina masing-masing di cambuk 100 kali, bagi yang pernah menikah maka ia akan diranjam dengan batu sampai mati bila dia melakukan zina."

"HAi Musa ! Bagaimana jika yang berbuat zina itu engkau sendiri? apakah diranjam juga?" tanya Qorun.

"Walaupun aku sendiri yang berbuat zina tetap harus diranjam."

Hai Musa,ketahuilah ! Orang-orang Bani Israil telah mengetahui perbuatanmu ,ternyata engkau telah berbuat zina dengan seorang pelacur."

"Jangan menuduhku sembarangan! Panggil perempuan itu kemari." Tegas Musa

Qorun pun memanggil perempuan itu,"Hei kamu.majulah ke depan!" perempuan itu pun maju kedepan. "Musa,ini dia orangnya"

Musa menatap perempuan itu dengan tajam "Hai perempuan, demi Dzat yang telah menurunkan Taurot, aku bertanya kepadamu dan kamu harus menjawab dengan jujur. Apakah kamu telah berbuat zina denganku?"

Hati wanita pelacur itu pun bergetar mendengar pertanyaan Musa,ia tak kuasa berbohong. Alloh telah membuka hatinya sehingga ia kembali dapat berfikir dengan akal sehatnya, dalam hati ia berkata," Aku telah mempunyai niat buruk terhadap seorang utusan Alloh demi mendapatkan kesenangan dunia. Jika aku menyesali perbuatanku ini dan aku bertobat kepada Alloh, aku yakin Alloh akan mengampuniku"

"Demi Alloh,aku tidak berbuat zina dengan Nabi Musa,tetapi Qorun lah yang membayarku untuk berbuat seperti ini". Sontak Qorun dan pengikutnya terkejut.

Demi mendengar penuturan si pelacur Nabi Musa bersujud dan menangis kepada Alloh. Nabi Musa terharu dengan upadayannya Alloh terhadap orang-orang yang mau menjatuhkannya."Ya Alloh kalau aku memang benar-benar utusanmu maka murkalah engkau, karena diriku telah dipermalukan oleh Qorun. Qorun yang selama ini ku saksikan baik ternyata telah mengianatiku"

Kemudian Alloh menurunkan wahyu kepada nabi Musa yaitu Alloh memerintahkan bumi supaya taat kepada perintah nabi musa,dan Nabi Musa pun berkata "Wahai orang-orang Bani Israil!! sesungguhnya Alloh mengutusku terhadap Qorun seperti Alloh mengutusku terhadap fir'aun. Maka barang siapa yang ingin bersama Qorun tetaplah bersamanya, maka barang siapa yang ingin bersamaku jauhilah dia"

Akhirnya semua orang menjauhi Qorun kecuali dua orang, saat itulah Nabi Musa membuktikan bahwa bumi memang diperintahkan Alloh untuk taat pada perintahnya!"

Bumi pun langsung menelan mereka hingga sebatas kaki,Q orun pun berusaha lari namun bumi telah mencengkeram kakinya ,Qorun pun berteriak," Hai Musa ,maafkan aku! Selamatkan aku!"
Dengan tidak memperdulikan Qorun, Nabi Musa kembali memerintah bumi untuk menelan Qorun,"Wahai bumi, telanlah mereka!"

Lalu bumi menelan mereka sebatas pusar,begitu seterusnya sampai sebatas leher. Sambil merintih, Qorun terus memohon ampun diiringi sumpah agar Musa mau memaafkannya. Namun Nabi Musa tidak menoleh sedikitpun kepada Qorun, akhirnya bumi menelan sedikit demi sedikit hingga seluruh tubuh mereka.

Setelah kejadian itu,orang-orang Bani Israil ribut membicarakan harta kekayaan Qorun yang ditinggalkannya. " Aahh,ini semua kan kesengajaan Nabi Musa mendoakan Qorun agar di siksa oleh Alloh, karena Nabi Musa ingin mewarisi dan menguasai istana dan harta kekayaan Qorun."

Nabi Musa sangat marah mendengar perkataan mereka,lalu ia berdoa kepada Alloh, " Ya Alloh, benamkanlah semua harta kekayaan Qorun kedalam perut bumi agar tidak menjadikan fitnah kepadaku dan kepada orang-orang Bani Israil."

Sesaat kemudian terdengar suara keras bersamaan dengan hilangnya seluruh gedung istana dan harta kekayaan Qorun tanpa tersisa sedikitpun.
Ternyata sehebat apapun kelebihan yang dimiliki manusia bila ia kufur kepasa Alloh, tidak bisa melaksanakan perintahnya, dalam waktu singkat Alloh bisa membinasakan seluruh jiwa dan harta manusia tanpa ada seorangpun yang bisa mencegahnya.

Cerita ini begitu popular dikalangan masyarakat, bahkan bila ada yang menemukan harta benda dalam tanah,mereka menyebutnya dengan harta karun, tp sebenarnya itu cuman istilah saja, bukan betul-betul harta Qorun kaum Bani Israil zaman Nabi Musa.

Semoga cerita Islam ini bermafaat bagi kita :-)



reff : zahri




hosting dan domain 


 

Read More

KISAH AHLI IBADAH YANG KALAH OLEH SYAITHON

Posted by Unknown | Wednesday, May 25, 2011 | , , | 0 comments »

by أبو هريره on Wednesday, 18 May 2011 at 03:13

Dikalangan Bani Israil ada seorang ahli ibadah yang paling sholih di zamannya. Ia mempunyai tiga kawan bersaudara yang mempunyai adik perempuan. Wanita tersebut adalah seorang perawan.

Tiga orang bersaudara tersebut tidak mempunyai saudara wanita kecuali ia satu-satunya. Suatu saat ketiga orang itu bermaksud melakukan perjalanan jihad di jalan Alloh. Mereka sulit mencari orang yang dapat dititipi saudara wanitanya dan dapat dipercaya untuk menjaganya.

Mereka sepakat bahwa adiknya akan dititipkan pada ahli ibadah itu. Mereka percaya sepenuhnya kepada dia. Ketiganya mendatangi ahli ibadah itu dan meminta kepadanya agar berkenan untuk dititipi. Mereka mengharapkan agar saudara wanita mereka berada di dekatnya sampai mereka pulang dari perjalanan perang. Namun, si ahli ibadah menolaknya.

Tak henti-hentinya tiga bersaudara tersebut meminta kepada ahli ibadah ini untuk menerimanya. Akhirnya, ia pun mau menerima. Ia berkata kepada tiga orang tersebut, “Tempatkan saja ia dirumah yang berdampingan dengan tempat ibadahku ini!” Mereka menempatkan wanita itu di rumah tersebut sebagaimana saran dari si ahli ibadah. Jadilah mereka pergi untuk melakukan perang di jalan Alloh.

Wanita itu sudah cukup lama berada di kediaman dekat tempat ahli ibadah. Si ahli ibadah biasa menyimpan makanan di bawah tangga tempat dirinya beribadah supaya diambil oleh wanita itu. Ia tidak mau mengantar makanan ke rumah yang ditempati wanita itu. Ia meminta agar si wanitalah yang mengambilnya. Wanita tersebutlah yang keluar dari tempatnya untuk mengambil makanan setiap hari.

Setan terus berusaha membujuk si ahli ibadah. Ia tidak henti-hentinya melukiskan kebaikan. Setan mewanti-wanti kepada ahli ibadah bahwa kalau wanita itu terus-terusan keluar dari rumahnya di waktu siang untuk mengambil makanan, nanti ada orang yang melihat dan menyergapnya.

Setan berbisik kepadanya, “jika engkau yang pergi sendiri untuk mengantarkan makanan dan menyimpan di pintu rumahnya, itu akan lebih baik dan lebih besar pahalanya bagimu.” Setan tak henti-hentinya membisikkan suara tersebut sampai akhirnya sang ahli ibadah mau melakukan hal tersebut.

Ia sendiri yang menyimpan makanan di dekat pintu perempuan tadi. Namun, ketika meletakkan makanan di depan pintu, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia cukup lama melakukan kegiatan itu.

Setan datang lagi kepada sang ahli ibadah dan menganjurkan agar dirinya mau menambah kebaikan. Setan berbisik kepadanya, ‘jika engkau mengajak ngobrol kepadanya, ia akan merasa tentram dengan obrolanmu. Sebab ia sedang kesepian sekali.”

Setan tak henti-hentinya merayu sang ahli ibadah sehingga ia mau melakukan apa yang dibisikkan oleh setan itu. Ahli ibadah ini terkadang mengajak ngobrol kepada wanita tersebut dari atas tempat ibadahnya. Ia tidak mau turun ke bawah karena takut terkena dosa.

Selanjutnya setan datang lagi kepada ahli ibadah dan berkata, ‘jika engkau turun ke bawah dan duduk di atas pintu tempat ibadahmu untuk bercakap-cakap dengannya dan diapun tetap berada di atas pintu rumahnya, ini lebih baik dan menambah rasa tenang kepadanya.”

Setan tak henti-hentinya merayu sang ahli ibadah sehingga mau melakukannya. Ia duduk di atas pintu tempat ibadahnya begitu juga sang wanita pun di atas pintunya mau bercakap-cakap dengannya.

Cukup lama dua orang tersebut terus-terusan kebiasaan bercakap-cakap di atas pintu masing-masing. Seperti biasanya setan datang lagi untuk membujuk si ahli ibadah agar melakukan kebaikan yang lebih banyak.

Setan berbisik kepadanya, “Jika engkau keluar dari tempat ibadahmu lalu mendekati ke pintu rumahnya dan engkau berbicara dengannya, ia akan lebih tentram dan lebih merasa senang. Itu kan kebaikan besar. Ia tidak harus keluar rumahnya. Biarlah ia berada di dalam rumahnya dan engkau di luar.”

Setan tak henti-hentinya membisikkan hal tersebut sampai akhirnya sang ahli ibadah mau melakukan apa yang dibisikkannya itu.

Sang ahli ibadah biasa mendekati ke pintu rumah wanita tadi. Ia bercakap-cakap dengannya. Padahal, selama ini ia tak pernah beranjak dari tempat ibadahnya. Kalaupun untuk mengajak berbicara kepada si perempuan itu, ia melakukannya dari atas dan tidak mau turun ke bawah. Cukup lama kebiasaan yang dilakukan oleh sang ahli ibadah tersebut.

Selanjutnya setan datang kepada sang ahli ibadah dan berbisik, “jika engkau masuk ke dalam rumahnya, lalu engkau bercakap-cakap dengannya, itu lebih baik. Sebab, jika engkau ada di dalam, wanita itu tidak harus kelihatan oleh orang lain”.

Ahli ibadah ini mengikuti saran setan sehingga ia pun masuk ke dalam rumah perempuan itu. Hampir seharian penuh, setiap hari, si ahli ibadah bercakap-cakap dengan wanita. Ketika waktu telah menjelang sore, ia baru naik ke atas tempat ibadahnya untuk meneruskan ibadahnya.

Tiap saat iblis datang kepada ahli ibadah untuk merayunya. Akhirnya, si ahli ibadah sampai dapat memegang paha wanita tersebut dan menciumnya. Iblis tak henti-hentinya mengganggu ahli ibadah dan wanita tersebut sampai terjadilah perzinahan.

Selang beberapa lama wanita tersebut hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. Iblispun datang kembali kepada si ahli ibadah dan berkata kepadanya.” Bagaimana kalau nanti saudara-saudara wanita ini datang sementara ia melahirkan anak darimu? Apa yang engkau lakukan? Sudah barang tentu mereka akan mencela dan menghajarmu. Oleh sebab itu, bunuh saja anak itu lalu kubur olehmu. Wanita itu akan mau menutupinya. Sebab, ia juga takut kepada saudaranya kalau-kalau mereka mengetahuinya.” Maka si ahli ibadah melakukan apa yang disarankan oleh setan tersebut, yaitu membunuh anak itu.

Setelah dia membunuh anak laki-laki itu, setan berkata kepadanya, “Apakah engkau yakin wanita itu akan menyembunyikan apa yang dilakukan olehmu? Sudah, bunuh saja dia!” maka si ahli ibadah tersebut membunuh wanita tersebut dan dikubur bersama anaknya. Ia meletakkan batu besar di atas kuburan anak dan ibunya tersebut. Setelah melaksanakan tugasnya, ia naik ke atas tempat ibadahnya untuk meneruskan ibadah.

Selang beberapa waktu kemudian, saudara wanita yang dibunuh tadi datang dari tempat perang. Mereka langsung menuju ke tempat sang ahli ibadah. Mereka bertanya kepadanya tentang kabar adik mereka.

Mendengar pertanyaan tersebut, si ahli ibadah menangis dan menceritakan kejadian yang mengerikan. Ia menyebutkan bahwa saudara wanita mereka meninggal karena penyakit. “saya sangat tahu bahwa dia adalah perempuan baik-baik dan di daerah anu kuburannya, “ Kata si ahli ibadah sambil menunjukkan sebuah kuburan yang agak jauh dari tempat ibadahnya.

Sesampainya di sana mereka menangis. Beberapa hari mereka tak henti-hentinya menziarahi kuburan adiknya. Setelah itu mereka pulang ke tempat keluarganya

Ketika malam tiba dan mereka telah tertidur, setan datang dalam mimpi mereka. Dalam mimpi tersebut setan muncul dalam bentuk laki-laki yang sedang melakukan perjalanan.

Setan memulai dengan mendatangi orang yang paling tua di antara mereka dan bertanya mengenai saudara wanitanya. Sang kakak yang paling besar menyebutkan berita yang diterima dari ahli ibadah. Ia memberitahukan bahwa dirinya telah mengunjungi kuburannya.

Setan menyatakan bahwa kabar tersebut bohong. Ia berkata, “Apa yang dikabarkan oleh dia tentang saudara wanitamu hanya bualan. Justru ia telah menghamilinya dan adikmu melahirkan anak laki-laki. Karena takut terungkap oleh kalian, ia membunuhnya dan membunuh pula ibunya. Ia memasukkan keduanya ke dalam sebuah lubang yang telah di gali dibalik pintunya, yaitu sebelah kanan, silahkan engkau datangi tempat tersebut dan buktikan ke sana. Kalian akan menemukan keduanya sebagaimana saya beritahukan!”.

Selanjtunya setan pun datang juga kepada saudara yang lainnya dan menyampaikan kabar yang sama. Semuanya merasa kaget atas mimpi itu sebab mereka memimpikan hal yang sama. Saudara yang paling besar berkata, “Ah itu kan hanya mimpi. Tidak ada apa-apanya. Sudah jangan kalian hiraukan dan kita biarkan saja!”

Saudara yang paling kecil berkata, “Demi Tuhan, saya tidak akan tenang kecuali setelah membuktikan tempat yang ditunjukkan itu.” Maka ketiganya berangkat untuk mendatangi rumah bekas hunian adik wanita mereka. Mereka membuka pintu rumah tersebut dan mencari tempat yang disebutkan oleh setan kepada mereka di dalam mimpi.

Ternyata, mereka menemukan saudara wanita dan anaknya disembelih dan diletakkan di tempat itu. Selanjutnya mereka datang kepada sang ahli ibadah dan bertanya kepadanya tentang keadaan sebenarnya.

Maka ia membenarkan apa yang dikatakan oleh setan tadi, yaitu dirinyalah yang membunuhnya. Selanjutnya, tiga saudara wanita tersebut mengadukan masalahnya kepada raja mereka. Mereka membawa turun si ahli ibadah dari kediamannya. Sang ahli ibadah dintuntut untuk dibunuh dan disalib.

Ketika si ahli ibadah sudah diikat di atas kayu untuk dibunuh, datanglah setan kepadanya dan berkata, “Saya ini sahabatmu yang mengujimu dengan perempuan yang engkau hamili dan bunuh itu.

Jika engkau ikuti perintahku hari ini dan kafir kepada Alloh yang telah menciptakan dan membantumu, saya akan menyelamatkanmu dari bahaya yang sedang engkau hadapi ini.” Si Ahli ibadah itu mengiyakan anjuran setan, yaitu kufur kepada Alloh. Ketika ia telah kafir, setan meninggalkannya dan orang-orang membunuhnya.

Maka matilah si ahli ibadah sebagai orang KAFIR su'ul khotimah ahli neraka.

Sukseslah SYAITHON menyesatkannya sebagai tambahan pijakannya di neraka.



********Di ambil dari buku Kumpulan Kisah Imam Al –Ghozali*********


Membaca kisah ini mengingatkan kita pada sebuah firman Alloh:


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaiton. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaithon, maka sesungguhnya syaithon itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Alloh dan rohmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Alloh membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:21).

Alloh berfirman, janganlah engkau mengikuti langkah-langkah syaithon, dari kisah di atas, terlihat jelas sekali bagaimana langkah-langkah syaithon itu dan bagaimana licinnya langkah itu sehingga membuat kita tak sadar bahkan tergelincir ke lubang kemaksiatan.

Biarpun seorang ahli ibadah masih bisa tergelincir sebegitu rupa.

Bahkan sampai kafir... na'udzubillahi min dzalik.

Apalagi kita??? Waspadalah.... waspadalah.... jangan meremehkan....

Saudaraku... dalam hidup kita sudah diingatkan oleh Alloh, bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagi kita:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (secara) keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithon. Sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2:208).

Musuh yang nyata.. yang tak pernah membiarkan kita beriman kepada Alloh dan akan selalu mengajak kita bermaksiat bahkan mensekutukannya. Jangan sampai kita terpesona dengan kehidupan yang fana dan sementara ini.

Mari kita terus jaga hati dan berdo’a:

“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaithon. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku (Qs 23:97-98).

Pesan yang harus kita "camkan" "JANGAN MEREMEHKAN DOSA KECIL".

Ini request dari dulur kita, semoga bermanfaat.... semangka....




hosting dan domain

Read More

Dari Al-Fudhail bin 'Iyadh ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku:

"Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya.

Ia lalu bertanya, 'Ada apa?' Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka dengan hati ikhlas karna Alloh, ia berikan uang satu dirham kepada kedua-nya, dan ia pun tak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi.

Sang isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga.


Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku.

Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk.

Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa.

Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?'

Ia pun mengiakan.

Ikan itu pun dibawanya pulang.

Kepada isterinya ia berkata, 'Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar!'

Maka sang isteri segera mengurus ikan tersebut.

Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Wanita itu pun berkata gembira, 'Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara'.

Suaminya berkata, 'Perlihatkanlah kepadaku!'

Maka ia melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya.

Pikirannya melayang, hatinya berdebar.

Ia lalu berkata kepada isterinya, 'Saya kira ini adalah mutiara!'

Sang isteri menyahut, 'Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?'

'Tidak, tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini', jawab suaminya.

Ia lalu mengambil mutiara itu. Ia segera pergi ke tempat para penjual mutiara.

Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara.

`Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menja-wab salamnya.

Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar telur burung dara.

'Tahu-kah Anda, berapa nilai ini?', ia bertanya.

Kawannya mem-perhatikan barang itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, 'Aku menghargainya 40 ribu. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku'.

Maka ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan mengakui keelokannya. Ia kemudian berkata, 'Aku hargai barang itu 80 ribu. Jika Anda meng-inginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku'.

Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu ber-kata, 'Aku hargai barang itu 120 ribu. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikit pun dari harga itu!' 'Ya', ia pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.

Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, 'Saya punya kisah, karena itu masuklah!' Orang itu pun masuk. Ia berkata, 'Ambillah separuh dari hartaku ini.

Maka, orang fakir itu mengambil enam kantung uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi seraya berkata, 'Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi Allah Ta'ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath.

Dan ini yang diberikanNya kepadamu adalah baru satu qirath daripadanya, dan Dia menyimpan untuk-mu 19 qirath yang lain.

Subhanallohi wabihamdih....

Logika Matematika manusia. Semakin banyak pengeluaran, semakin tipis omet keuangan. Ketika jumlah angka 10 dikurangi angka 5 maka hasilnya akan menjadi angka 5.

Ada kebiasaan jelek di antara kita, kalau mau sodakoh pasti mengambil uang yang paling kecil nilainya. Ketika di dompet ada Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu, maka Rp 5 ribu itu lah yang dikeluarkan untuk bersodakoh. Memang tidak menjadi masalah, tapi yang balik kepada kita pun akan kecil pula nilainya.

Mengapa belum banyak orang yang berbisnis dengan Tuhannya?

Di sinilah sifat manusia yang masih menggunakan logika manusianya dan tidak beranjak untuk menoleh logika invisible hand yang hasilnya jauh lebih besar dari itung-itungan manusia.

Berbisnis dengan Alloh tidak pernah merugi, berbisnis dengan Alloh selalu diganti dengan nilai yang lebih besar. Mungkin nilainya berbentuk material, mungkin juga berbentuk imaterial. Apakah kebahagiaan, kedamaian, dll.

Alloh Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan hartanya (di jalan Alloh) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” Qs. Al Lail (92) : 5-8.

Alloh Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir eratus biji, Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” Qs. Al Baqoroh (2) : 261.

Semoga menjadi inspirasi dan motivasi tuk saudara q semua aamiin.


reff :
أبو هريره


hosting dan domain

Read More

Mahrom

Posted by Unknown | Friday, May 06, 2011 | , | 0 comments »

Mahrom adalah orang yang haram untuk dinikahi karena hubungan nasab atau hubungan susuan atau karena ada ikatan perkawinan. Lihat Ahkam An-Nazhar Ila Al-Muharramat hal.32. 

Adapun ketentuan siapa yang mahrom dan yang bukan mahrom telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 23 :




Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak-anak kandungmu (menantu), dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuai yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. n-Nisa`: 23)



Di dalam ayat ini disebutkan beberapa orang mahrom yaitu:



Pertama :

أُمَّهَاتُكُمْ

(ibu-ibu kalian). Ibu dalam bahasa arab artinya setiap yang nasab lahirmu kembali kepadanya. Defenisi ini akan mencakup :
1.    Ibu yang melahirkanmu.
2.    Nenekmu dari ayah maupun dari Ibumu.
3.    Nenek ayahmu dari ayah maupun ibunya.
4.    Nenek ibumu dari ayah maupun ibunya.
5.    Nenek buyut ayahmu dari ayah maupun ibunya.
6.    Nenek buyut ibumu dari ayah maupun ibunya.
7.    dan seterusnya ke atas.



Kedua :

وَبَنَاتُكُمْ

(anak-anak perempuan kalian).

Anak perempuan dalam bahasa arab artinya setiap perempuan yang nisbah kelahirannya kembali kepadamu. Defenisi ini akan mencakup :
1.    Anak perempuanmu.
2.    Anak perempuan dari anak perempuanmu (cucu).
3.    Anaknya cucu.
4.    dan seterusnya ke bawah.



Ketiga :

وَأَخَوَاتُكُمْ  

(saudara-saudara perempuan kalian). 

Saudara perempuan ini meliputi :
1.    Saudara perempuan seayah dan seibu.
2.    Saudara perempuan seayah saja.
3.    dan saudara perempuan seibu saja.



Keempat :

وَعَمَّاتُكُمْ  

(saudara-saudara perempuan ayah kalian). 

Masuk dalam kategori saudara perempuan ayah :
1.    Saudara perempuan ayah dari satu ayah dan ibu.
2.    Saudara perempuan ayah dari satu ayah saja.
3.    Saudara perempuan ayah dari satu ibu saja.
4.    Masuk juga di dalamnya saudara-saudara perempuan kakek dari ayah maupun ibumu.
5.    dan seterusnya ke atas.



Kelima :

وَخَالاَتُكُمْ 
  
(saudara-saudara perempuan ibu kalian). 

Yang masuk dalam saudara perempuan ibu sama seperti yang masuk dalam saudara perempuan ayah yaitu :
1.    Saudara perempuan ibu dari satu ayah dan ibu.
2.    Saudara perempuan ibu dari satu ayah saja.
3.    Saudara perempuan ibu dari satu ibu saja.
4.    Saudara-saudara perempuan nenek dari ayah maupun ibumu.
5.    dan seterusnya ke atas.



Keenam :

وَبَنَاتُ الْأَخِ 

(anak-anak perempuan dari saudara laki-laki). 

Anak perempuan dari saudara laki-laki mencakup :
1.    Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ayah dan satu ibu.
2.    Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ayah saja.
3.    Anak perempuan dari saudara laki-laki satu ibu saja.
4.    Anak-anak perempuan dari anak perempuannya saudara laki-laki.
5.    Cucu perempuan dari anak perempuannya saudara laki-laki.
6.    dan seterusnya ke bawah.



Ketujuh :

وَبَنَاتُ الْأُخْتِ  

(anak-anak perempuan dari saudara perempuan). 

Ini sama dengan anak perempuan saudara laki-laki, yaitu meliputi :
1.    Anak perempuan dari saudara perempuan satu ayah dan ibu.
2.    Anak perempuan dari saudara perempuan satu ayah saja.
3.    Anak perempuan dari saudara perempuan satu ibu saja.
4.    Anak-anak perempuan dari anak perempuannya saudara perempuan,.
5.    Cucu perempuan dari anak perempuannya saudara perempuan.
6.    dan seterusnya ke bawah.



Catatan penting:
Tujuh yang tersebut di atas adalah mahrom karena nasab. Sehingga kita bisa mengetahui bahwa ada empat orang yang bukan mahrom walaupun ada hubungan nasab, mereka itu adalah :
1.    Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ayah (sepupu).
2.    Anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibu (sepupu).
3.    Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ayah (sepupu).
4.    Anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibu (sepupu).
Mereka ini bukanlah mahrom dan boleh dinikahi.



Kedelapan :

  وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِيْ أَرْضَعْنَكُمْ 

(ibu-ibu yang menyusui kalian). 

Yang termasuk ibu susuan adalah :
1.    Ibu susuan itu sendiri.
2.    Ibunya ibu susuan.
3.    Neneknya ibu susuan.
4.    dan seterusnya keatas.






Catatan penting :
Kita melihat bahwa dalam ayat ini Ibu susuan dinyatakan sebagai mahrom, sementara menurut ulama pemilik susu adalah suaminya karena sang suamilah yang menjadi sebab isterinya melahirkan sehingga mempunyai air susu.
Maka disebutkannya ibu susuan sebagai mahrom dalam ayat ini adalah merupakan peringatan bahwa sang suami adalah sebagai ayah bagi anak yang menyusu kepada isterinya. Dengan demikian anak-anak ayah dan ibu susuannya baik yang laki-laki maupun yang perempuan dianggap sebagai saudaranya (sesusuan), dan demikian pula halnya dengaan saudara-saudara dari ayah dan ibu susuannya baik yang laki-laki maupun yang perempuan dianggap sebagai paman dan bibinya.


Karena itulah Nabi menetapkan di dalam hadits beliau yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary dan Imam Muslim dari hadits ‘Aisyah dan Ibnu ‘Abbas -radhiyallohu ‘anhuma- :



إِنَّهُ يُحْرَمُ مِنَ الرَّضَاعَةِ مَا يُحْرَمُ مِنَ النَّسَبِ 

Sesungguhnya menjadi mahrom dari susuan apa-apa yang menjadi mahrom dari nasab”. 



Kesembilan

  وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ  

(dan saudara-saudara perempuan kalian dari susuan).



Yang termasuk dalam kategori saudara perempuan sesusuan adalah:
1.   Perempuan yang kamu disusui oleh ibunya ( ibu kandung maupun ibu tiri).
2.   Atau perempuan itu menyusu kepada ibumu.
3.  Atau kamu dan perempuan itu sama-sama menyusu pada seorang  perempuan yang bukan ibu kalian berdua.
4.  Atau perempuan yang menyusu kepada istri yang lain dari suami ibu susuanmu.



Kesepuluh :

  وَأُمَّهَاتُ نِسَآئِكُمْ 

(dan ibu isteri-isteri kalian) 

ibu isteri mencakup ibu dalam nasab dan seterusnya keatas dan ibu susuan dan seterusnya keatas . Mereka ini menjadi mahrom bila/dengan terjadinya akad nikah antara kalian dengan anak perempuan mereka, walaupun belum bercampur.
Tidak ada perbedaan antara ibu dari nasab dan ibu susuan dalam kedudukan mereka sebagai mahrom. Demikian pendapat jumhur ulama seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Umar, Jabir dan Imran bin Husain dan juga pendapat kebanyakan para tabi’in dan pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Ashhab Ar-ro’y yang mana mereka berdalilkan dengan ayat ini, oleh  karena itu kita tidak bisa menerima perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan bolehnya seorang lelaki menikah dengan ibu susuan isterinya dan saudara sesusuan  istrinya.  Wallohu A’lam.


Kesebelas :

وَرَبَآئِبِكُمُ اللاَّتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِنْ نِسَآئِكُمُ اللاَّتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِمْ فَإِنْ لَمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ

(anak-anak istrimu (Ar-Raba`ib) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya)
Ayat ini menunjukkan bahwa Ar-Raba`ib adalah mahrom.


Dan menurut bahasa arab Ar-Raba`ib ini mencakup :
1.    Anak-anak perempuan istrimu.
2.    Anak-anak perempuan dari anak-anak istrimu ( cucu perempuannya istri).
3.    Cucu perempuan dari anak-anak istrimu.
4.    dan seterusnya ke bawah.


Tapi Ar-Raba`ib ini dalam ayat ini menjadi mahrom dengan syarat apabila ibunya telah digauli adapun kalau ibunya diceraikan atau meninggal sebelum digauli oleh suaminya maka Ar-Raba‘ib ini bukan mahrom suami ibunya bahkan suami ibunya itu bisa menikahi dengannya. Dan ini merupakan pendapat Jumhur Ulama seperti Imam Malik, Ats-Tsaury, Al-Auza’y, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan lain-lainnya.


Hal ini berdasarkan dzhohir ayat diayat :
من نسآئكم اللاتي دخلتم بهم فإن لم تكونوا دخلتم بهن فلا جناح عليكم 
  
Dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya.”
Adapun yang tersebut di ayat (Ar-Raba`ib yang dalam pemeliharaanmu) kata “dalam pemeliharaanmu” dalam ayat ini bukanlah sebagai syarat untuk dianggapnya Ar-Raba`ib itu sebagai mahrom. Semua Ar-Rabaib baik yang dalam pemeliharaan maupun yang diluar pemeliharaan adalah mahrom menurut pendapat jumhur ulama. Jadi kata “dalam pemeliharaanmu” hanya menunjukkan bahwa kebanyakan Ar-Raba`ib itu dalam pemeliharaan atau hanya menunjukkan dekatnya Ar-Raba`ib tersebut dengan ayahnya. Dengan demikian nampaklah hikmah kenapa Ar-Raba`ib menjadi mahrom. Wallohu A’lam.


Keduabelas :

وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ  

(istri-istri anak-anak kandungmu (menantu).
Ini meliputi :
1.    Istri dari anak kalian.
2.    Istri dari cucu kalian.
3.    Istri dari anaknya cucu.
4.    dan seterusnya kebawah baik dari nasab maupun sesusuan.
Mereka semua menjadi mahrom setelah akad nikah dan tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam hal ini.


Peringatan:
Demikian mahrom dalam surah An Nisa. Tapi perlu diingat, pembicaraan dalam ayat ini walaupun ditujukan langsung kepada laki-laki dan menjelaskan rincian siapa yang merupakan mahrom bagi mereka, ini tidaklah menunjukkan bahwa di dalam ayat ini tidak dijelaskan tentang siapa mahrom bagi perempuan. Karena Mafhum Mukhalafah (pemahaman kebalikan) dari ayat ini menjelaskan hal tersebut.
Misalnya disebutkan dalam ayat : “Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian”, maka mafhum mukhalafahnya adalah : “Wahai para ibu, diharamkan atas kalian menikah dengan anak-anak kalian.”
Misal lain, disebutkan dalam ayat : “Dan anak-anak perempuan kalian.” Maka mafhum mukhalafahnya adalah : “Wahai anak-anak perempuan diharamkan atas kalian menikah dengan ayah-ayah kalian.” Dan demikian seterusnya.


Sebagai pelengkap dari pembahasan ini, kami sebutkan ayat dalam surah An Nuur ayat 31 :


وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلاَّ لِبُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ آبآئِهِنَّ أَوْ آبآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أو أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ أَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرَ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرَّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ اللَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ 


Janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki mereka yang tidak mempunyai keinginan (kepada wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang ‘aurat.”


 

hosting dan domain

Read More

Jadikanlah sabar penolongmu..!!!

Posted by Unknown | Saturday, October 10, 2009 | | 0 comments »

KISAH ABI QILABAH Abdullah bin Zaid Al-Jarmi

Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu ‘anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.


Abdullah bin Muhammad berkata, “Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai, tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya ada seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, “Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memuji-Mu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan”“

Abdullah bin Muhammad berkata, “Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.

Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, “Aku mendengar engkau berkata “Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan“, maka nikmat manakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut?? dan kelebihan apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu hingga engkau mensukurinya??”

Orang itu berkata, “Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku? Demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya, karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya. Maka tolonglah aku, carilah kabar tentangnya –semoga Allah merahmati engkau-”.

Aku berkata, “Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau”.

Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gundukan pasir. Tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas. Akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji’uun. Aku berkata, “Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??”. Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihi as-Salam. Lalu aku menemui orang tersebut dan akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, “Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?”, aku berkata, “Benar”. Ia berkata, “Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?”.

Akupun berkata kepadanya, “Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihis Salam?”, ia berkata, “Tentu Nabi Ayyub ‘alaihis Salam “, aku berkata, “Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?”, orang itu berkata, “Tentu aku tahu”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?”, ia berkata, “Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah”.

Aku berkata, “Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya”. Ia berkata, “Benar”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikapnya?”, ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah”. Aku berkata, “Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?”, ia berkata, “Iya”, aku berkata, “Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?” Ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, langsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!”.

Aku berkata, “Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau”. Orang itu berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka”, kemudian ia berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun“, lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia.

Aku berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun“, besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[2]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis.

Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku “Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?”. Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, “Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!”, maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, “Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!”.

Aku bertanya kepada mereka, “Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?”, mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu ‘Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan.

Tatkala tiba malam hari, akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah

{سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ| (الرعد:24)

“Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. 13:24)

Lalu aku berkata kepadanya, “Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?”, ia berkata, “Benar”, aku berkata, “Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua”, ia berkata, “Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai”Jadikanlah sabar penolongmu..!!!


dikutip dari www.lantabur.tv

hosting dan domain


Read More

Inilah yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Alloh melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Rasululloh dengan suara terbatas memberikan khutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Alloh dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan menangis, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

“Rasululloh akan meninggalkan kita semua,”keluh hati semua sahabat kala itu. manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasululloh yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu,seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasululloh masih tertutup. Sedang di dalamnya,Rasululloh sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasululloh menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasululloh, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasululloh menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Alloh dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Alloh?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasululloh lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Alloh, aku pernah mendengar Alloh berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat,saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasululloh ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasululloh bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullaoh mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasululloh pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Alloh direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasululloh memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Alloh, dahsyat nian maut ini,timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”Badan Rasululloh mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasululloh yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?”
“Umatku, umatku, umatku”

Dan,berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini,mampukah kita mencintai sepertinya?

"Subhanalloh Betapa cintanya Rasululloh kepada kita."



dikutip dari www.tijarotanlantabur.com
kenangan : almarhum bapak saat detik detik terakhir

Read More

Sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat

Posted by Unknown | Monday, August 24, 2009 | | 0 comments »

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Alloh?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Alloh itu amat dekat." QS: 2/215



Read More